kisah seorang yang kesulitan mengungkapkan kasih sayang..
aku..
lahir dalam keluarga model tua.. terikat adat2 lama dan tabu akan banyak hal..
aku..
tumbuh dengan biasa tanpa pendidikan mengenai kasih sayang.. mungkin menurut si orang tua pengetahuan tentang kasih dan sayang itu akan datang seiring dengan perkembangan pemikirannya.. kelak..
yah.. sedikit demi sedikit aku memang belajar.. secara alamiah.. tapi itu tidak berarti baik.. atau lebih tepatnya belum tentu artinya baik.. sebab ada pula hal2 yang seharusnya diarahkan.. dan pengarahan2 tersebut harusnya diberikan sejak awal.. tidak boleh terlambat..
aku.. sekarang masa hidupku sudah setengah jalan..
aku beberapa kali mengalami jatuh cinta.. ya setidaknya menurutku itu jatuh cinta.. aku pun ngga yakin kadang2.. apakah itu memang benar cinta atau bukan.. sekali waktu aku begitu tidak siap.. berharap sang cinta mau menunggu.. satu saat aku bagai pengacau yang berpotensi menghancurkan cinta.. dalam waktu yang lain aku merasa sangat dekat,, cukup yakin dengan cinta..
tapi dari perjalanan yang kualami tidak satu pun dari cinta itu kudapatkan.. sialan..
kadang kusesali kenapa tidak begini kenapa juga begitu.. tapi pada akhirnya ku harus terus lalui semuanya..
ah..
aku merasa kesulitan mengungkapkan kasih sayang.. mungkin karena aku tidak mau mengumbarnya.. tidak mau seenaknya bicara sayang dan cinta.. kuungkapkan cinta dan sayang hanya untuk seseorang yang dekat.. ini khusus..
ya.. begitu menurutku..
***
kulihat seorang anak..
lucu.. polos.. suci..
ingin ku belajar darinya mengenai cinta..
bagaimanakah..???
iklas katanya..
dijalani semua tanpa pernah protes kepada tuhan atau menyalahkan orang lain.. tidak pernah bertanya kenapa dan tidak pernah menyesali diri.. apalagi mengumpat dan berkata2 kotor..
hhhmm..
sepertinya.. aku harus belajar menyederhanakan diri..
ketika anak itu meminta pada orang tuanya.. tapi tidak pernah menuntut berlebihan.. jikapun tidak dapat palingan dia nangis.. dan sudah.. tidak lama ia kembali jalani hidupnya dengan santai.. ringan.. sederhana dan penuh tawa.. menyenangkan..
dirinya senang dan orang lain senang melihat dirinya senang.. semua riang,, tertawa bersama..
aaaahh.. indahnya..
yah.. aku ingin belajar..
aku ingin memeluk ibuku seperti anak itu memeluk ibunya.. atau memelukku..
mencium pipi kanan pipi kiri.. cipika-cipiki katanya.. kata orang2..
tapi aku malu.. aku tidak pernah dididik untuk seperti itu.. orangtuaku pun tidak pernah memelukku sejak lama.. berpuluh2 taun lamanya.. aaahh..
kadang ingin kurangkul ibuku ketika kami berjalan berduaan.. sekedar memulai sekedar cuman mencairkan suasana.. dimulai dari hal yang mudah dulu lah.. nantinya cair sendiri dan semoga bisa berkembang..
hmm..
kita liat nanti.. harus dicoba..
ini untukku,, dan keluargaku nanti.. untukku dan orangtuaku sekarang.. dan untuk keturunan kami juga..
mulai ditulis sejak beberapa hari lalu untuk tanggal 27 mei tapi telat diposting.. akhirnya gambar hati di kalender tidak sempurna.. padahal.. telat jadwal..
dalam suasana yang sedikit ganjil karena merasa ada yang berbeda beberapa hari ini..
hmm..
selamat malam..
May 28th, 2009 at 01:39
Semoga berhasil
May 28th, 2009 at 10:56
hmmmm ….
May 28th, 2009 at 12:33
rasa sayang juga bisa diungkapkan dengan kata2 kan tidak selalu dengan perbuatan…
May 28th, 2009 at 12:41
.. selamat mencoba
May 28th, 2009 at 12:43
suasananya memang sedikit ganjil
panggil pawang…..
May 28th, 2009 at 12:47
* hugs tono *
jadi …mana timunnya ????
ga nyambung mode on.he .
May 28th, 2009 at 13:00
gut lak kawan, n tetap semangat. semangat pagi hari
May 28th, 2009 at 14:38
Rasa sayang terkadang perlu dipertegas dengan kata kata biar lebih afdol
May 28th, 2009 at 15:55
Rasa kasih sayang itu memang sebenarnya terrgantung dari yang ada di hati kita
kalau kita pasang belenggu disana, maka suara hati kita akan jadi terpenjara
pecahkan belenggu dan nikmati indahnya berbagi cinta
salam
May 28th, 2009 at 17:21
bilang dong kalo sayang …
May 28th, 2009 at 17:31
the real love is unconditional…
May 28th, 2009 at 19:56
semoga berhasil kawan..
mulai lah dengan senyuman
May 29th, 2009 at 06:49
Arti sayang akan lebih bermakna jika di wujudkan dalam perbuatan dan bukan hanya seuntai rangakaian kata……
http://www.kalbuku.blogdetik.com
May 29th, 2009 at 08:57
aku merasakan hal yang sama. karenanya aku berusaha supaya tidak terjadi pada anak2ku. aku membiasakan mengungkapkan dan menunjukkan kasih sayang. memeluk mencium adalah hal sehari-hari. kalo sehari ngga melakukannya jadi terasa ada yang hilang.
yah.. meskipun itu tetep ngga bisa kulakukan kepada orang tuaku karena tetep terasa kaku dan wagu…
May 29th, 2009 at 15:26
Emang sulit ya….
May 30th, 2009 at 06:57
optimis ya bro
June 1st, 2009 at 14:39
selamat malam boy ?
pantesan kamu sms isinya aneh boy. sedang memikirkan girl kah ?
June 1st, 2009 at 21:24
sama banget ama aku…
paling gengsi klo hrs ngungkapin pake kata2…
June 3rd, 2009 at 04:11
Postingan di atas sebenarnya sudah merupakan ungkapan kasih sayang lho.
June 6th, 2009 at 13:20
Salam dari puang cahaya di bandung
artikel anda membuat saya terharu, banyak orang tidak dapat mengungkapkan cinta karena berbagai alasan, misalnya takut tak terbalas dan lain-lain
Kalau aku jadi president orang miskin tidak boleh di kalahkan
Bebaskan ibu Prita
Kenapa orang miskin selalu di kalahkan ???????????
Lawan RUU rumah sakit yang menistakan kaum miskin
http://puangcahaya.dagdigdug.com
June 6th, 2009 at 22:54
Ungkapkan sj dg gerak tubuh atau pantomim
June 8th, 2009 at 11:53
lakukan dengan hati
jika hati ingin memeluk, peluklah
jika hati ingin menyentuh, sentuhlah
jika hati ingin menatap saja, tataplah
jika hati harus bicara, katakanlah.
June 8th, 2009 at 14:35
halaaah masih ini juga
June 16th, 2009 at 10:27
Belum ada posting baru, mundur aja deh…hehehe
Menunjukkan kasih sayang, perlu kebiasaan, susah ternyata, saya juga dulu seperti itu…
June 16th, 2009 at 16:23
wah kok mirip ma aku…sulit menngungkapkan kasih sayang? sampe yayangku juga komentar, kamu sayang aku kagak sih? hihihi…rupanya kasih sayang itu perlu diungkapkan dengan lisan
June 16th, 2009 at 16:46
jika hati harus bicara, katakanlah… bla… bla… bla…